Muda Menanam, Tua Memetik Hasil

23 Feb 2017

Muda Menanam, Tua Memetik Hasil

Pepatah tersebut sangat sesuai dengan prinsip hidup saya. Saya tidak akan menyiakan masa muda dengan kegiatan yang kurang bermanfaat supaya bahagia di masa tua. Saya selalu bersemangat menjalani masa muda. Perlu diketahui saya adalah seorang dosen pada salah satu perguruan tinggi negeri di Jambi. Meskipun pekerjaan dosen mengacu pada tri dharma perguruan tinggi, yaitu menjadi pengajar, peneliti dan mengabdi kepada masyarakat. Tapi tugas utama dosen adalah mengajar. Setiap semester tidak banyak jadwal mengajar saya karena saya memang tidak ingin terlalu banyak mengajar. Saya selalu mempertimbangkan kualitas materi daripada kuantitas jam mengajar. Karena tidak terlalu banyak mengajar, maka jadwal kuliah sayapun tidak terlalu padat. Setiap minggu selalu ada 1 hari free dimana saya tidak mengajar. Meskipun demikian, saya tetap pergi ke kampus pagi hari dan pulang sore hari. Yup, saya selalu bersemangat meskipun jadwal mengajar saya tidak terlalu padat.

Lalu kenapa saya ke kampus tiap hari? Ngapain saja di kampus?

Banyak kegiatan produktif yang saya lakukan di kampus. Diantaranya mempersiapkan bahan ajar. Untuk mengajar 1 mata kuliah dengan tatap muka di kelas selama 2 jam, persiapan saya hampir 1 hari. Jauh lebih banyak dibandingkan waktu mengajar di kelas yang hanya 2 jam. Saya mengulangi materi yang sudah didapat sejak kuliah dulu, memahami materi, membuat slide presentasi/catatan, mencari contoh soal dan jawabannya. Selain mempersiapkan bahan ajar, saya juga rajin membaca jurnal/ebook, membuat paper, mengedit jurnal, mengoprek software dan kegiatan lain yang bisa menambah wawasan saya baik untuk kebutuhan pengajaran, penelitian maupun pengabdian masyarakat.

Waktu luangpun saya pergunakan dengan produktif!

Ada keuntungan lain menjadi dosen, yaitu waktu liburannya panjang. Yup, saat liburan akhir semester kami para dosen memiliki jadwal senggang karena tidak adanya proses belajar mengajar di kampus. Meskipun demikian, saya tetap menggunakan liburan dengan hal yang produktif. Traveling salah satunya. Dengan traveling ke lokasi yang belum dijajaki sebelumnya, saya mendapat banyak wawasan. Habis traveling, saya menuliskan pengalaman traveling via blog. Yup, saya memang hobby menulis via blog karena nge-blog memiliki banyak manfaat bahkan sudah sering saya mendapat penghasilan via blog.

Selain traveling dan nge-blog, saya juga memanfaatkan liburan dengan belajar bahasa asing baik melalui buku, film maupun kursus online. Saya berusaha meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris saya supaya bisa go international dan menjadi orang yang lebih sukses lagi.

Banyak lagi kegiatan saya saat liburan seperti menjadi relawan/volunteer untuk kegiatan sosial, mencoba berbisnis, dan kegiatan lain yang bisa produktif. Karena saya memang berprinsip untuk tidak menyia-nyiakan masa muda, selalu bersemangat supaya bahagia di hari tua. Saya ingin mewujudkan impian saya saat tua nanti. Sesuai dengan prinsip hidup saya “muda menanam, tua menikmati hasil”.

Nah, ini dia impian saya saat tua nanti…

1. Mempunyai income pasif

Saya terbiasa menabung dari kecil. Bahkan sampai sekarangpun di saat penghasilan masih nge-pas, saya selalu mengalokasikan penghasilan untuk menabung. Ibu saya sempat kaget dengan uang tabungan saya. Bahkan beliau sampai bilang, “kamu jangan nabung-nabung melulu. Makan yang banyak saja”. Iya, saking sukanya saya nabung, ibu sampai menyuruh saya “jangan menabung terus, nikmatilah hasil jerih payahmu dengan belanja yang kamu senangi”. Entahlah, saya memang tidak berminat untuk boros ataupun bersosialita. Setiap saya akan berbelanja, saya selalu mempertimbangkan jangka panjangnya. Saya selalu berbelanja sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan semata.

Setiap tahun, saya selalu mengkreasikan cara menabung. Tahun kemaren cara menabung saya adalah save 20 ribu. Setiap dapat uang 20 ribu langsung ditabung. Kadang nyesek juga jika mengeluarkan uang 50 ribu demi berbelanja barang senilai 10 ribu kemudian dikembalikan penjual uang 20 ribu sebanyak 2 lembar. Artinya 2 lembar 20 ribu tersebut harus ditabung. Jiah, lebih banyak nabungnya daripada belanjanya. Akhirnya mulai tahun ini, saya mengubah cara menabung. Saya menabung sebulan 200 ribu. Setiap gajian selalu memisahkan uang 200 ribu. Dengan cara tersebut, saya lebih mudah untuk mengontrol dan mengatur cash flow bulanan.

Selain menabung, saya juga sudah berencana untuk berinvestasi dengan emas. Menurut saya, emas tidak hanya bisa dipakai sebagai perhiasan tapi bisa juga ditabung dengan menjualnya kembali. Waktu menjualnya pun harus melihat harga emas saat itu. Supaya menjual emas menjadi lebih menguntungkan. Selain menabung emas, saya berencana untuk berinvestasi baik deposito maupun reksadana. Saya sudah mempunyai tempat investasi dan rencananya dalam waktu dekat ini akan mulai berinvestasi.

Tak hanya menabung dan berinvestasi, saya juga berencana akan menjadi anggota dari BPJS Ketenagakerjaan karena BPJS Ketenagakerjaan memiliki 4 Program perlindungan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Karena program tersebut sangat bermanfaat untuk masa tua saya. Lumayanlah saya tetap menikmati jaminan pensiun dan jaminan hari tua dari BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk jangka panjang, saya berencana akan berinvestasi tanah karena investasi tanah sangat menguntungkan. Selain dipergunakan untuk membangun rumah, saya juga bisa membangun kos-kosan ataupun ruko yang dapat menambah pasif income saya ketika tua. Sehingga pemasukan saya tetap mengalir pada masa tua.

2. Sehat badan dan rohani

Kesehatan sangat penting dalam hidup karena kesehatan itu mahal. Mahalnya sehat itu terasa saat sakit. Harga pengobatan dan perawatan itu mahal. Untuk itu, saya berprinsip lebih baik mencegah daripada mengobati. Adapun usaha pencegahan saya adalah mengkonsumsi makanan sehat, mengurangi junk food, rajin berolahraga, istirahat cukup, selalu happy serta menjadi peserta BPJS Kesehatan. Yap, gaji saya memang dipotong untuk BPJS. Tapi saya tidak masalah karena menjadi peserta BPJS sangat menguntungkan. Selembar kartu BPJS sangat berguna saat saya sakit. Saya bisa berobat gratis untuk penyakit ringan dan jika dirawat di rumah sakit juga terbantu karena biaya perawatan menjadi lebih ringan.

3. Anak cucu sehat, makmur dan santun

Jika saya menikah nanti, saya berencana akan memasukan anak saya ke BPJS untuk jaminan di hari tua. Saya ingin anak cucu bisa bersekolah tinggi, masa depannya cerah serta terjaga kesehatannya. Selain sehat dan makmur, saya juga berusaha menjaga akhlak anak susu saya supaya lebih santun. Karena 3 amalan yang tidak terputus adalah ilmu yang bermanfaat, shadaqoh jariyah dan doa anak yang sholeh. Untuk membentuk anak yang sholeh, saya harus bisa mendidiknya dengan baik dan santun.

4. Anak asuh dan beasiswa

Saya ingin bermanfaat untuk orang lain. Karena itu saya berencana pada masa muda untuk menjadi orangtua asuh ataupun membuat foundation yang memiliki program beasiswa untuk anak-anak yang kurang mampu. Saya ingin seperti Tanoto yang mempunyai Tanoto Foundation ataupun Pak Habibie yang mempunyai yayasan Habibie. Saya ingin anak asuh juga sukses sehingga saya bisa bahagia di hari tua ataupun bahagia jika saya tiada.

5. Menghasilkan buku dan karya tulis

Jika ingin tetap dikenang sampai akhir hayat, menulislah. Menurut saya menulis merupakan karya yang tidak akan hilang. Saya ingin anak cucu tetap bisa menikmati karya saya. Saya bisa menulis akademik karena saya memang bergelut di dunia pendidikan. Saya juga bisa menulis via blog. Saya akan selalu menggunakan blog gratisan supaya blog saya bisa tetap hidup. Saya juga akan menulis buku non akademik. Saat ini saya sudah mempunyai 1 antalogi dan saya ingin menambah jumlah buku saya.

6. Jalan-jalan dan beribadah

Hobi saya traveling dan saya ingin tetap menikmatinya sampai tua nanti. Mengunjungi anak cucu satu per satu, dari satu rumah ke rumah yang lain. Menjelajahi daerah yang belum pernah dikunjungi untuk melihat Maha Kuasa-Nya.

Saya juga ingin berumroh setiap tahun dan berhaji. Karena beribadah akan membuat saya lebih dekat dengan-Nya.

7. Menanam pohon

Saya terpikir menanam pohon berumur tua karena terinspirasi dari nenek buyut saya yang sudah tiada. Saat lebaran kami berkumpul dengan keluarga besar sambil menikmati durian yang ditanam nenek buyut ketika hidup dulu. Karena itu sayajuga ingin anak cucu bisa menikmati kebahagiaan jika saya tua atau tiada. Pohon yang terpikir dibenak saya adalah durian karena keluarga saya banyak yang doyan durian. Selain itu saya juga berencana menanam pohon kayu manis, cengkeh dan kapas karena pohon tua tersebut sangat bernilai. Pohon tersebut sebagai warisan untuk anak cucu saya.

8. Perbanyak hablum minAllah hablum minannas

Saat muda, saya banyak bersosialisasi dan aktif dalam kegiatan komunitas untuk menjalin silaturrahim dan networking dengan orang lain. Semakin banyak kenalan semakin banyak wawasan yang didapat. Saya ingin menikmati hidup di masa tua dengan kenalan saya dengan mengikuti arisan ataupun reuni. Selain itu saya ingin menambah wawasan rohani dengan mengikuti kajian dan majlis ta’lim yang dapat menentramkan jiwa saya.

Demikianlah impian saya di hari tua. Saya ingin bahagia di hari tua karena itulah saya selalu bersemangat!

 


TAGS lifestyle pensiun


-

Author

Follow Me