Buka Rekening Komunitas di Bank BJB, Bisa!

15 Jun 2016

Saya pernah menjadi penggiat aktif Bandung Berkebun. Menjadi penggiat aktif komunitas Bandung Berkebun merupakan moment tak terlupakan bagi saya.

Saya pernah terlibat dalam kegiatan kampung berkebun. Di sana saya terjun ke masyarakat, memberikan penyuluhan kepada masyarakat cara berkebun serta mendistribusikan bibit sayuran dan tanaman hias kepada RW yang terpilih di seluruh kota Bandung. Tujuan kampung berkebun adalah untuk menjadikan Bandung kota hijau yang dipenuhi kebun untuk meningkatkan indeks kebahagiaan warga.

Saya pernah terlibat dalam kegiatan Bandung Belajar Berkebun, memberikan pelatihan dasar berkebun sayuran kepada peserta, seperti membedakan benih dan bibit, menyemai, menanam, membuat bedengan, membuat pupuk kandang, pengendalian hama, pertanian organik, hidroponik dan vertikultur serta pada minggu akhir pelatihan peserta dapat memanen dan menikmati hasil panennya. Sebenarnya saat itu saya bertugas sebagai fasilitator Bandung Belajar Berkebun tapi saya malah menjadi peserta yang berkedok panitia. Maklum saya bukan dari background pertanian dan baru menjadi penggiat Bandung Berkebun saat itu. Jadinya malah ujung-ujungnya saya mendengarkan pemateri bagaimana berkebun. Hehehe.

Saya pernah terlibat dalam kegiatan Bandung Agri Market. Di sana saya dan penggiat aktif Bandung Berkebun lainnya membuka stand dan menjual beberapa benih dan bibit kepada masyarakat. Sebenarnya bukan jualan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya yang kami harapkan dari kegiatan Bandung Agri Market tapi tujuan utama kami adalah memberikan kampanye berkebun kepada masyarakat. Saat terlibat dalam kegiatan Bandung Agri Market kami selalu memberikan tips berkebun kepada pengunjung yang datang. Pengunjungpun juga banyak yang bertanya cara menanam benih dan cara berkebun lainnya saat mengunjungi stand kami. Kamipun selalu menjawab pertanyaan dari pengunjung. Kami berharap kota Bandung menjadi hijau karena mayoritas warganya berkebun di rumah masing-masing.

Bagi saya momen Bandung Berkebun yang paling berkesan adalah saat berkebun bersama anak TK. Saat itu saya menjadi mentor untuk anak TK dengan mengajar ilmu berkebun. Mulai dari menceritakan perbedaan benih dan bibit, mengajak mereka ke bedengan, menanam benih dan bibit, menunjukan dan memegang aneka sayuran yang ada di kebun sampai memanen kangkung yang kebetulan saat itu sudah bisa dipanen. Seru deh bermain dan belajar dengan mereka. Anaknya lucu-lucu dan menggemaskan.

Selama aktif menjadi penggiat bandung berkebun, saya tidak hanya aktif mengikuti event yang saya ceritakan sebelumnya tapi juga menjadi pengurus. Kebetulan saat itu saya diamanahi menjadi bendahara Bandung Berkebun. Menjadi bendahara tidak semudah yang saya bayangkan. Tugas saya tidak hanya menyimpan dan mengeluarkan uang tapi juga mengatur cash flow supaya tidak nol apalagi minus. Hambatan saya sebagai bendahara adalah saat mengingat Bandung Berkebun yang merupakan komunitas bukan LSM atau organisasi profit. Meskipun Bandung Berkebun terlibat dalam kegiatan Bandung Agri Market tapi tetap tujuannya hanya sebagai kampanye bukan mencari keuntungan sebesar-besarnya.

Dengan seabrek kegiatan Bandung Berkebun sementara kami tidak boleh terlalu mengkomersilkan “nama komunitas”, pastinya kami berupaya dan mencari solusi supaya dapat menjalankan semua program/event Bandung Berkebun. Mencari sponsor adalah jalan satu-satunya kami untuk bertahan demi terlaksananya semua program Bandung Berkebun. Meskipun pendiri Bandung Berkebun itu Walikota Bandung, Kang Emil tapi mencari sponsor tidak semudah yang kami bayangkan. Sampai akhirnya kami menemukan sebuah perusahaan yang berbaik hati mengeluarkan dana CSR dengan menjadi sponsor utama Bandung Berkebun.

Tau ngga sih, siapa sponsor utama Bandung Berkebun?

Bank BJB

Yup, Bank BJB (Bank Jabar Banten) merupakan sponsor utama Bandung Berkebun. Dana dari Bank BJB adalah saldo awal saat saya menjadi bendahara Bandung Berkebun. Berkat dana dari Bank BJB tersebut, hampir semua kegiatan Bandung Berkebun dapat terlaksana dengan baik.

Bagaimana sih cara membuka rekening komunitas di Bank BJB?

Sebelum mendapat dana, Bandung Berkebun pernah memberikan proposal kegiatan kepada Bank BJB. Bank BJB tertarik dengan program Bandung Berkebun sehingga Bank BJB memberikan dana dari CSR kepada Bandung Berkebun. Dana tersebut disalurkan lewat rekening tabungan Bank BJB atas nama Bandung Berkebun. Sebelum dana tersebut cair, tentu Bandung Berkebun harus melengkapi persyaratan untuk membuka rekening di Bank BJB.

Adapun persyaratan pembukaan rekening Bank BJB sebagai berikut:

1. Membuat surat permohonan pembukaan rekening yang ditujukan kepada Bank BJB

Isi surat permohonan adalah memberitahukan kegiatan komunitas, waktu dan tempat kegiatan yang akan dilaksanakan. Surat permohonan tersebut harus ditandatangi oleh ketua/koordinator komunitas dan dicap menggunakan cap komunitas.

2. Membuat surat pernyataan pengurus

Surat pernyataan pengurus berisi pernyataan berupa pengangkatan ketua/koordinator dan bendahara komunitas, menampilkan bagan struktur pengurus komunitas, melampirkan notulensi musyawarah pemilihan pengurus yang ditandatangi oleh semua anggota aktif komunitas.

3. Membuat surat penunjukan bermaterai

Surat ini bertujuan untuk mengambil dan menandatangani slip penarikan dari Bank BJB yang ditandatangani oleh ketua/koordinator dan bendahara. Surat ini mempunyai makna bahwa hanya ketua/koordinator dan bendahara saja yang bisa mengambil uang dari Bank BJB. FYI, Bank BJB tidak menyediakan kartu ATM untuk komunitas. Jadi, otomatis pengambilan uang hanya bisa ditarik dari buku tabungan oleh ketua/koordinator dan bendahara komunitas di kantor Bank BJB.

4. Mengisi formulir yang disediakan Bank BJB

Isi formulir berupa data-data dari komunitas (alamat, nomor kontak, email, fax, dll). Formulir ini harus ditandatangani oleh ketua/koordinator dan bendahara komunitas.

5. Membawa stempel komunitas dan KTP ketua/koordinator dan bendahara

Saat membuka rekening tabungan komunitas, ketua/koordinator dan bendahara komunitas harus datang ke Bank BJB dengan membawa KTP dan stempel komunitas untuk mengisi kelengkapan data yang dibutuhkan. Jika salah satu berhalangan hadir, maka perwakilan pengurus/anggota komunitas harus membawa surat kuasa yang ditandatangani oleh ketua/koordinator atau bendahara komunitas.

Hmm, penarikan dana dari buku tabungan komunitas pada Bank BJB hanya bisa diambil oleh ketua/koordinator dan bendahara komunitas. Nah, bagaimana seandainya jika terjadi pergantian kepengurusan pada komunitas?

Jika terjadi pergantian kepengurusan, komunitas masih bisa menarik dana dari buku tabungan Bank BJB. Caranya dengan membawa semua persyaratan seperti persyaratan pembukaan rekening yang telah dijelaskan sebelumnya dengan mengubah datanya dengan pengurus baru baik ketua/koordinator, bendahara maupun bagan struktur kepengurusan yang baru serta membawa surat perubahan specimen. Surat perubahan specimen tersebut berisi adanya penyerahan kepemimpinan dari ketua/koordinator kepengurusan sebelumnya kepada kepengurusan sekarang. Pada surat perubahan specimen harus dijelaskan juga data pribadi (nama lengkap, alamat, nomor kontak) ketua/koordinator pengurus lama dan baru. Surat perubahan specimen tersebut harus ditandatangi oleh ketua/koordinator pengurus lama dan baru.

Begitulah cara membuat rekening komunitas di Bank BJB. Sebenarnya Bank BJB merupakan bank nasional yang dikelola daerah dengan jangkauan yang luas di seluruh Jawa Barat, sangat terpercaya serta memiliki banyak penghargaan sehingga membuat nasabah nyaman dengan pelayanannya. Selain membuka rekening komunitaspun, kita juga bisa membuat rekening pribadi dengan mudah. Bahkan ada rekening Tandamata yang nominal minimum pembukaan rekening hanya Rp10.000. Adapun prosedur pembuatan rekening pribadi Bank BJB dapat dilihat pada website http://www.bankbjb.co.id/

Nilai-nilai budaya Bank BJB yang membuat nasabah nyaman

And finally, terimakasih atas bantuan Bank BJB kepada Bandung Berkebun. Selamat ulang tahun Bank BJB. Semoga Bank BJB semakin jaya! #story55thbankbjb


TAGS BankBJB


-

Author

Follow Me