Aku Sehat Berkat Puasa

1 Jul 2015

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. ( QS: Al A’raf: 31)

Sebagai seorang food blogger, isi QS Al A’raf:31 sangat menohok bagiku. Bagaimana tidak? Saat nafsu makan berlebih (apalagi sering ditraktir, :)), aku sering makan minumnya berlebihan. Seperti kebiasaan food blogger dan food enthusiast, sehabis makan aku sering upload foto makanan di Instagram atau me-review pada blog khusus kulinerku. Bukan maksud pamer sih itu. Aku hanya ingin para pembaca ikut tergugah mencicipi makanan dan minuman yang recommended versiku.

Aku juga sadar bahwa kebiasanku akan menimbulkan penyakit yang mengganggu kesehatan. Dan kalau sudah sakit, barulah sadar bahwa biaya kesehatan itu mahal. Satu-satunya cara untuk menghilangkan kebiasaanku itu adalah PUASA. Sebenarnya bisa sih puasa Sunnah senin kamis. Tapi, karena aku ngga tahan dengan godaan traktiran, akhirnya aku jarang puasa Sunnah.

Alhamdulillah, Allah memberikan satu bulan khusus yaitu Ramadhan untuk mengendalikan makan dan minum yang berlebihan. Alhasil, aku dapat mengatur 3 hal yang bermanfaat untuk kesehatan. Pertama, aku dapat mengatur jumlah/kadar kalori sehingga dapat meminimalisir timbunan lemak. Kedua, aku dapat mengatur pola makan (sahur dan berbuka) sehingga alat pencernaanku dapat bekerja dengan baik. Ketiga, aku dapat mengatur speed alat pencernaan. Seperti yang diketahui bahwa proses pencernaan mulai dari menyuap nasi sampai ke luar buang air, membutuhkan waktu 8 jam. Proses pencernaan lama karena melewati 11 alat pencernaan: mulut, gigi, lidah, kerongkongan, lambung, usus halus, usus 12 jari, jejunum, ileum, usus besar (kolon), anus. Proses pencernaan paling lama saat berada di perut besar (lambung-usus besar), yaitu sebanyak 4 jam. Kebayang donk apabila makan belum 4 jam lalu makan lagi? Pasti makanan akan bertabrakan. Selain itu, speed alat pencernaan juga akan bekerja dengan sangat cepat. Makanya sering ditemukan penyakit usus membelit, perut kembang kempis, dan penyakit perut lainnya.

Padahal tuntutan kesehatan dan Islam telah membuat prosedur mengatur pola makan agar manusia dapat menjaga kesehatannya. Tapi banyak yang bandel. Seperti aku. Hiks.

Makanya sebagai food blogger dan food enthusiast itu sebenarnya aku beruntung dikasih satu bulan cuti. Cuti makan berlebihan dan cuti upload foto di siang hari. Saat cuti tersebut aku bisa melakukan perbaikan pencernaan yang bekerja tanpa henti. Aku bisa memberikan upaya perlindungan, pencegahan dan pengobatan penyakit.

Penyakit? Menurut para ahli kesehatan ada 56 penyakit dalam yang dapat dikendalikan dengan puasa. Beberapa diantaranya:

  • Puasa akan memberikan kesehatan pencernaan untuk istirahat
  • Puasa membebaskan racun secara teratur.
  • Puasa dapat menjadikan buang air lancar dan teratur
  • Puasa dapat melakukan peremajaan sel
  • Puasa dapat menambah sel darah putih dan kekebalan tubuh
  • Dan lain-lain

Banyak sekali manfaat puasa bagi kesehatan, bukan? Siapa bilang puasa itu menderita, dehidrasi atau kelaparan? Justru puasa adalah solusi untuk sehat. Jika ada yang sakit perut atau dehidrasi saat puasa, mungkin itu disebabkan oleh manusianya itu sendiri yang tidak sempet sahur atau makan berlebihan saat berbuka puasa. Oleh karena itu, supaya puasa makin sehat perlu dijaga asupan gizi saat puasa. Sahur makan yang mengandung karbohidrat, protein, sayuran. Buka puasa dengan makanan yang manis. *anjuran Nabi Muhammad SAW. Dan minum 8 gelas/hari dari buka sampai sahur. Hmm, begitu ya. Kalau puasa itu bikin sehat artinya dokter ngga laris donk saat bulan Ramadhan. #ehhh

Terima kasih Allah telah memberikan Ramadhan kepadaku.

 

ngaBLOGburit2015


TAGS ngaBLOGburit #NgaBLOGburit2015


-

Author

Follow Me